Jumat, 13 Juli 2012

Sang Bhagava Memasuki Parinibbana


Lalu Yang Terberkahi berkata kepada para bhikkhu dan memberikan bimbingan-Nya yang terakhir:

“Handa dani, bhikkhave, amantayami vo, Vayadhamma sankhara, Appamadena sampadetha.”
“Para Bhikkhu, sekarang Tathagata, nyatakan kepada kalian:
Segala hal yang terkondisi pasti akan hancur. Berjuanglah dengan penuh kesadaran!”

Setelah Sang Bhagava menyampaikan pesan terakhir-Nya, seluruh hutan sala itu menjadi sunyi senyap. Sang Bhagava memasuki jhana pertama. Dan setelah keluar dari jhana tersebut, Ia memasuki jhana kedua, ketiga, dan keempat.

Lalu keluar dari jhana keempat, Ia memasuki Tataran Ruang Nirbatas (aktasanañcayatana), Tataran Kesadaran Nirbatas (viññanancayatana), Tataran Kekosongan (akiñcaññayatana), serta Tataran Bukan Pencerapan Maupun Bukan Tanpa-Pencerapan (n’eva saññã n’asaññayatana). Dan setelah itu, Ia mencapai dan terserap dalam Tiadanya Pencerapan dan Perasaan (saññavedayita-nirodha).

Bhikkhu Änanda, yang memperhatikan bahwa Yang Terberkahi tidak bernafas, menjadi cemas dan berkata kepada Bhikkhu Anuruddha: “Sahabat Anuruddha, Sang Bhagava telah mangkat.”

“Tidak, Sahabat Änanda, Sang Bhagava belum mangkat. Ia telah mencapai dalam Tiadanya Pencerapan dan Perasaan.”

Lalu, keluar dari Tiadanya Pencerapan dan Perasaan itu, Sang Bhagava memasuki Tataran Bukan Pencerapan Maupun Bukan Tanpa-Pencerapan. Setelah itu Ia memasuki Tataran Kekosongan, lataran Kesadaran Nirbatas, dan Tataran Ruang Nirbatas. Lalu keluar dari Tataran Ruang Nirbatas, Ia memasuki jhana keempat, jhana ketiga, jhana kedua, dan jhana pertama.

Kemudian, keluar dari jhana pertama, Ia memasuki jhana kedua, jhana ketiga, dan jhana keempat. Setelah keluar dari jhana keempat, Sang Bhagava mencapai Nibbana Akhir.

Tepat saat Sang Bhagava mencapai Nibbana Akhir, terjadilah gempa yang dahsyat dan mengerikan, diiringi guntur yang menyebabkan orang berdiri kudunya dan merinding.

Pada saat itulah, pada waktu jaga malam yang terakhir, pada hari bulan purnama, bulan Vesak 543 S.M dan pada usia delapan puluh tahun, Sang Bhagava mangkat tanpa meninggalkan sisa apapun.

salam ceria...

0 komentar:

Posting Komentar

maaf sxlg maaf © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute