Kamis, 24 November 2011

Nagarjuna yang sakti

Nagarjuna adalah seorang tokoh yang sangat terkenal dalam sejarah agama Buddha. Ia disebut sebut sebagai peletak dasar ajaran Buddha Dharma Mahayana. Ia juga dikenal sebagai pendiri aliran Madhyamika (jalan tengah) yang termashur, dengan ajarannya yang disebut sunya (kekosongan) yang bersumber pada Prajna-paramita Sutra. Ajaran ini berpengaruh luas terhadap aliran-aliran Mahayana lainnya.


Nagarjuna diperkirakaan hidup sekitar abad pertama masehi. Riwayat hidupnya penuh dengan peristiwa hidup yang menakjubkan yang penuh akan legenda dan cerita misteri-kegaiban. Hal tersebut mungkin karena kebesarannya, sehingga banyak peristiwa dalam sejarah kehidupan-Nya digambarkan secara luar biasa, berdasarkan dengan kecerdasan dan kesaktian yang dimiliki-Nya. Kisah hidup-Nya memang terhias dengan berbagai legenda, dimana setiap episode hidupnya kerap diselubungi oleh mitos yang terkadang susah diterima oleh akal sehat.

Dikisahkan bahwa suatu ketika Nagarjuna menetap disuatu daerah yang bernama Kohara, bagian Kanci, sebelah Timur India. Kota-kota di Kohara itu sedang mengalami pergolakan. Kerusuhan dan penjarahan terjadi disana-sini . Para Brahmana pun yang tinggal di daerah tersebut merasa terganggu dan memutuskan untuk keluar dari daerah itu. Tetapi Nagarjuna, yang juga merupakan keturunan Brahmana tersebut menasehati agar para Brahmana tidak meninggalkan daerah yang dilanda perselisihan itu. Sebab di daerah yang baru pun bukan tidak mungkin akan dijumpai masalah yang sama.

Ketika Nagarjuna hendak pergi ke Nalanda semua kekayaannya ditinggalkannya dan diberikakan kepada para Brahmana untuk dipergunakan sebaik-baiknya. Kemudian Nagarjuna menjadi terkenal sebagai seseorang yang cerdik pandai Buddhadarma yang memiliki banyak kesaktian dan kegaiban. Banyak pengetahuan yang dikuasai-Nya dan dikabarkan untuk soal pengetahuan beliau sudah mencapai puncaknya. Akhirnya beliau terjun kedalam pelatihan diri langsung dan memutuskan untuk memberikan kehidupa-Nya bagi semua mahkluk lain.

Memperlihatkan Kesaktian

Dalam rangka untuk melatih diri tersebut, beliau pergi ke Rajagraha. Dalam pelatihan diri di kota ini Nagarjuna mendapat berbagai ganguan dan tantangan. Gangguan tersebut berlangsung selama tujuh hari, tetapi gangguan tersebut tak dapat mengalahkan kesaktian. Gangguan yang datang pada hari pertama adalah adanya para setan mengganggunya dengan mengguncangkan bumi. Hari kedua, bajir melanda. Hari ketiga, api berkobar. Hari keempat, angin bertiup kencang. Hari kelima, terjadi hujan senjata. Hari keenam, hujan batu. Kemudian hari ketujuh, semua setan menampakkan wujudnya dan melemparkan segala benda kepadanya . Namun Nagarjuna tetap teguh pada pelatihan dirinya, tidak tergoncangkan dan tak terkalahkan.


Tak kuasa meggoyahkan Nagarjuna, para setan pun takluk dan bersedia menjadi
hamba-Nya. Nagarjuna hanya memerintahkan agar melayani-Nya, memberikan makanan yang cukup. Nagarjuna kembali berlatih selama 12 tahun. Selama masa itu, terdapat 108 setan berkumpul di bawah kekuatan-Nya, dan pikiran Nagarjuna pun hanya tertuju bagi segenap mahkluk.

Setelah itu, Nagarjuna pergi ke Gandhasila bermaksud untuk menjadikan gunung itu menjadi emas demi kebaikan semua mahkluk hidup. Setelah mengawalinya dengan menjadikan gunung besi dan kemudian tembaga, Majusri yang tiba-tiba menasehati-Nya untuk tidak menjadikanya emas karena dikawatirkan akan menimbulkan perselisihan besar diantara sesama umat manusia. Nagarjuna pun menghentikan usahanya, Gandhasila pun tampak seperti bongkahan tembaga.

Raja Salabhanda

Ketika dalam perjalanan ke Sri-parvata dan tiba di tepian Brahmaputra, ia bertemu dengan pengembala sapi.Kemudian Nagarjuana bertanya kepada mereka jalan menuju ke sebrang sungai. Tetapi hanya ada satu gembala yang memperlihatkan adanya suatu jalan yang baik dan mudah. Gembala itu kemudian mengendong Nagarjuna menyebrang sungai.

Tetapi ketika menyebrang sungai, Nagarjuna dengan kesaktian-Nya memunculkan buaya-buaya dan hal-hal yang menakutkan lainya. Tetapi Sang gembala malah berkata kepada Nagarjuna agar tidak usah takut. Ketika tiba di tepi sungai , Nagarjuna memperkenalkan diri, dan menayakan kepada gembala apa yang menjadi permohonanya sebagai balas jasa atas telah menyebrangkan-Nya. Gembala sangat gembira, dan ia pun memohon kiat-kiat untuk bisa menjadi raja.

Nagarjuna kemudian memberikan suatu daerah, memercikan air ke atas pohon sala, dan segera berubah menjadi seekor gajah. setelah menerima gajah itu sebagai kendaraanya , gembala itu kemudian meminta pasukan. Nagarjuna pun berkata bahwa, bila gajah itu berbunyi maka pasukan akan muncul”. Akhirnya gembala itu pun menjadi seorang Raja atas 800 kota, dan 100.000 penduduk, serta dikenal dengan sebutan Raja Salabhada dengan ratu-Nya Sidhi.

Sesampainya di Parvata, Nagarjuna berdiam cukup lama dan melakukan meditasi. Raja Salabadha yang merasa kehilangan kemudian pergi menyusul-Nya . setelah menjadi raja, Raja Salabadha merasa kerajaanya bernilai kecil, dan mempunyai banyak masalah, serta adanya ketidakbahagian kerap menyergapnya. Ia ingin melepaskan kerajaanya dan ia hanya ingin duduk di dekat Nagarjuna . Namun, Nagarjuna mengintruksikan agar ia tetap menjadi raja. Setelahmendapat intruksi demikian, akhirnya raja itu memerintah rakyatnya dengan baik dan makmur rakyatnya.

Melepas Kepala

Setelah 100 tahun kemudian, ketika Raja Salabadha kembali menjumpai Nagarjuna yang sedang bekerja menyebarkan ajaran Buddha. Raja melihat tanda-tanda ada bahaya kematian yang akan menimpa Nagarjuna. Raja Salabadha menitipkan kerajaanya kepada anaknya, Candhikumara dan pergi menuju tempat Nagarjuna. Raja memberi tahu kedatangannya karena melihat tanda buruk yang akan menimpa gurunya.

Nagarjuna mengatakan bahwa, “segalanya berjalan sesuai hukum kesunyataan”. Semua yang dilahirkan pasti akan mati. Semua yang digabung harus berpisah. Semua timbunan akan habis. Karena semua yang bergabung adalah tidak kekal. “Mengapa harus tidak bahagia? Nagarjuna kemudian memberikan raja obat mujarab. Namun, sang raja tetap menolaknya. ”buat apa obat mujarab bagiku, kalau guru sendiri akan meninggal,” katanya. Akhirnya Nagarjuna malah memberikan semua barang barangnya.

Kemudian dewa Brahmana menampakkan diri dan memohon kepada Nagarjuna untuk melepas kepala-Nya. Nagarjuna setuju dan memberikannya kepada sang raja. Raja Salabhada tidak dapat menahan penderitaan gurunya. dengan dahinya ke kaki Nagarjuna, ia pun kemudian meninggal. Nagarjuna siap memberikan kepala-Nya. tetapi tidak ada yang dapat memotongnya. akhirnya Nagarjuna sendiri yang melepas kepala-Nya, yang dilakukan-Nya dengan rumput kusha

Dipercayai berkas cahaya kemudian memasuki Nagabodhi yang akhirnya menjadi penerus Nagarjuna . Dikatakan juga bahwa, tubuh Nagarjuna akan bangkit pada masa yang akan datang, akan menolong semua mahkluk ketika Buddha Maetreya ke dunia.

salam ceria...

0 komentar:

Poskan Komentar

maaf sxlg maaf © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute